APS ADALAH PENYAKIT AUTOIMUN

Posted by didith theresa on 14:52
APS ADALAH PENYAKIT AUTOIMUN

http://pontianak.tribunnews.com/photo/2010/05/75de4404f1c2cef11cb702d05a096fe5.jpg

Sindrom ACA (Anticardiopilin) atau APS (Antiphospholipid Syndrome) merupakan penyakit autoimun, Sindrom antibodi antifosfolipid (bahasa Inggris:Antiphospholipid antibody syndrom) disingkat APS adalah gangguan pada sistem pembekuan darah yang dapat menyebabkan thrombosis pada arteri dan vena serta dapat menyebabkan gangguan pada kehamilan yang berujung pada keguguran. Disebabkan karena produksi antibodi sistem kekebalan tubuh terhadap membran sel. Sering disebut juga sebagai sindrom Hughes untuk menghargai jasa penemunya rheumatologis Dr Graham R.V. Hughes (dari rumah sakit St Thomas, London, Britania Raya).

Dalam keadaan normal, antibodi berfungsi baik untuk melawan kuman dan infeksi yang disebabkan virus, akan tetapi kadang-kadang sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan sehingga menyerang tubuh sendiri. Antibodi APS ini dapat dideteksi dengan tes darah tertentu. Apabila seseorang dideteksi memiliki antibodi ini, dapat dipastikan orang tersebut dapat mengalami masalah-masalah tertentu.

APS dan gejalanya

APS menyebabkan orang merasa lelah, sakit pada persendian, akan tetapi pada bisa juga tidak memiliki gejala-gejala tersebut. Kadang kala APS juga diasosiasikan dengan penyakit yang disebut systemic lupus erythematosis (SLE).

Masalah-masalah yang dapat ditimbulkan oleh antibodi APS ini antara lain:

* Keguguran berulang pada kehamilan awal
* Keguguran setelah semester pertama (13 minggu)
* Pre-eclampsia dalam kehamilan
* Bayi berukuran kecil
* Thrombosis pada pembuluh darah balik (vena)

Antibodi ini ditemukan pada 2% wanita. Tidak semua orang yang dideteksi memiliki antibodi ini akan mengalami masalah diatas. Kadar antibodi ini dapat meningkat ataupun menurun dan bahkan menghilang, jadi untuk dapat mengatakan seseorang memiliki antibodi ini diperlukan tes ulang dengan jangka waktu 8 minggu dari tes pertama dan tetap positif.

Akibat APS dan penanggulangan

Salah satu masalah serius yang ditimbulkan oleh APS adalah keguguran berulang. Pengobatan antara lain dilakukan dengan memberikan aspirin dosis rendah pada tahap awal kehamilan. Kadang kala dikombinasikan dengan obat yang bernama heparin yang berbentuk suntikan.

Antibodi antifosfolipid menekan kadar zat yang disebut annexin V dan mempercepat pembekuan darah serta memicu bekuan darah (trombosis) sehingga terjadi keguguran. Antibodi terhadap antifosfolipid juga mengganggu peran pengaturan berbagai faktor dalam sistem pembekuan darah. Untuk mencegah terjadinya abortus akibat APS, maka Ibu hamil diberikan suntikan obat antikoagulan yang disebut heparin, dengan atau tanpa kombinasi dengan aspirin dosis rendah. Antikoagulan yang diberikan memang harus dengan pemberian heparin yang disuntikkan dan pada kehamilan tidak boleh digunakan obat-obat antikoagulan yang diminum seperti warfarin (Sintrom, Simarck-2) karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Pentingnya Sistem Imun yang Seimbang - 4Life Transfer Factor

Transfer Factor membantu menyeimbangkan sistem imun Anda. Hal ini sangat penting untuk mengatasi masalah-masalah penyakit autoimun seperti . APS, sindrom Hughes, Lupus, asma, sinus dll.

INFO KEPEDULIAN ANDA
HUB : 021-95696922 / 082114012069

Penyembuhan Asam Urat / Gout

Posted by eric ramli on 07:16
Penyembuhan ASAM URAT / GOUT


 1. DEFINISI ASAM URAT / GOUT:
Gout adalah suatu penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak dan
berulang dari artritis yang terasa sangat nyeri disebabkan adanya endapan
kristal monosodium urat, dimana kristal monosodium tersbut terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah penderita (hiperurisemia).

Peradangan sendi bersifat menahun dan setelah terjadinya serangan

berulang, sendi bisa menjadi bengkok.
Ditemukan fakta ampir 20% penderita gout memiliki batu ginjal.

2. PENYEBAB ASAM URAT / GOUT:

Dalam keadaan normal, beberapa asam urat (yang merupakan hasil
pemecahan sel) ditemukan dalam darah karena tubuh terus menerus
memecahkan sel dan membentuk sel yang baru dan karena makanan yang
dikonsumsi mengandung cikal bakal asam urat.
Kadar asam urat menjadi sangat tinggi jika ginjal tidak dapat
membuangnya melalui air kemih.

Tubuh juga bisa menghasilkan sejumlah besar asam urat karena adanya

kelainan enzim yang sifatnya diturunkan atau karena suatu penyakit
(misalnya kanker darah), dimana sel-sel berlipatganda dan dihancurkan
dalam waktu yang singkat.

Beberapa jenis penyakit ginjal dan obat-obatan tertentu mempengaruhi

kemampuan ginjal untuk membuang asam urat.

3. GEJALA ASAM URAT / GOUT:

Serangan gout (artritis gout akut) terjadi secara mendadak.
Timbulnya serangan bisa dipicu oleh:
- luka ringan
- pembedahan
- pemakaian sejumlah besar alkohol atau makanan yang kaya akan protein
- kelelahan
- stres emosional
- penyakit.

Nyeri yang hebat dirasakan oleh penderita pada satu atau beberapa

sendi, seringkali terjadi pada malam hari; nyeri semakin memburuk dan
tak tertahankan.
Sendi membengkak dan kulit diatasnya tampak merah atau keunguan,
kencang dan licin, serta teraba hangat. Menyentuh kulit diatas sendi
yang terkena bisa menimbulkan nyeri yang luar biasa.

4. CARA PENYEMBUHAN DAN PENCEGAHAN ASAM URAT / GOUT :

Dengan mengkonsumsi 4life Transfer Factor [ TF ] Advanced Formula 2
kali sehari insya allah mampu menyembuhkan & mencegah penyakit asam
urat kita, karena TF bekerja di dalam tubuh kita untuk mengontrol &
mendidik sistem imun, karena asam urat termasuk penyakit yang
disebapkan oleh auto imun.

Beberapa penyakit auto imun yang bisa disembuhkan & dicegah dengan

mengkonsumsi 4life Transfer Factor [ TF ] Advanced : Asma, Alergi,
Rematik, Lupus, Vertigo, Sinus, Exim, Psoriasis, Maag, Diabetes
Turunan dll

HOTLINE : 021.95696922 / 082114012069

LEUKEMIA

Posted by didith theresa on 08:58
LEUKEMIA


Childhood Leukemia Anatomy



Leukemia atau kanker darah adalah sekelompok penyakit neoplastik yang beragam, ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia mempengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas ( sistem imun ) tubuh penderita.

Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita leukemia ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih pada penderita leukemia yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya

Penyebab leukemia
Penyebab leukemia belum diketahui secara pasti pada penderita leukemia, namun diketahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, seperti


Gejala Leukemia
Gejala-gejala umum dari leukemia:

* Demam atau keringat-keringat waktu malam
* Infeksi yang seringkali
* Perasaan lemah atau lelah
* Sakit kepala
* Perdarahan dan mudah memar (gusi-gusi yang berdarah, tanda-tanda keungu-unguan pada kulit, atau titik-titik merah yang kecil dibawah kulit)
* Nyeri pada tulang-tulang atau persendian-persendian
* Pembengkakan atau ketidakenakan pada perut (dari suatu pembesaran limpa)
* Pembengkakan nodus-nodus getah bening, terutama pada leher atau ketiak
* Kehilangan berat badan

Gejala-gejala semacam ini bukanlah tanda-tanda yang pasti dari leukemia. Suatu infeksi atau persoalan lain juga dapat menyebabkan gejala-gejala ini pada penderita leukemia. Siapa saja dengan gejala-gejala ini harus mengunjungi dokter sesegera mungkin. Hanya seorang dokter dapat mendiagnosa dan merawat persoalannya.

Pada tingkat awal leukemia kronis pada penderita leukemia, sel-sel leukemia berfungsi hampir secara normal. Gejala-gejala mungkin tidak nampak untuk suatu waktu yang lama. Dokter-dokter seringkali menemukan leukemia kronis pada penderita leukemia sewaktu suatu checkup rutin — sebelum ada gejala-gejala apa saja. Ketika gejala-gejala nampak, pada penderita leukemia umumnya adalah gejala ringan pada penderita leukemia permulaan dan memburuk secara berangsur-angsur.

Pada leukemia akut
Gejala-gejala pada penderita leukemia nampak dan memburuk secara cepat. Orang-orang dengan penyakit leukemia ini pergi ke dokter karena mereka merasa sakit. Gejala-gejala lain dari leukemia akut adalah muntah, bingung, kehilangan kontrol otot, dan serangan-serangan (epilepsi). Sel-sel leukemia juga dapat berkumpul pada buah-buah pelir (testikel) dan menyebabkan pembengkakan. Juga, beberapa pasien-pasien dengan leukemia mengembangkan luka-luka pada mata-mata atau pada kulit. Leukemia juga dapat mempengaruhi saluran pencernaan, ginjal-ginjal, paru-paru, atau bagian-bagian lain dari tubuh.

SIAPA YANG BERPOTENSI
Radiasi dapat meningkatkan frekuensi LMA dan LMA. Tidak ada laporan mengenai hubungan antara radiasi dengan LLK. Beberapa laporan yang mendukung:
Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia
Penderita dengan kedekatan secara sering pada radioterapi lebih cendrung mengidap leukemia
Pengguna alat-alat teknologi resiko radiasi tinggi dengan waktu yang lama
Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang

Faktor leukemogenik
Terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia:
Racun lingkungan seperti benzena
Bahan kimia industri seperti insektisida
Obat untuk kemoterapi

PENYEBABNYA ADALAH VIRUS
Virus dapat menyebabkan leukemia seperti leukemia retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

PENGOBATAN UMUM

Pengobatan Kemoteraphy
Tipe perawatan kanker ini menggunakan obat-obat untuk membunuh sel-sel leukemia. Tergantung pada tipe dari leukemia.

Pengobatan radiasi
Terapi radiasi (juga disebut radiotherapy) menggunakan sinar-sinat bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel leukemia. Untuk kebanyakan pasien-pasien penderita leukemia, suatu mesin yang besar mengarahkan radiasi pada limpa, otak, atau bagian-bagian lain dari tubuh dimana sel-sel leukemia telah berkumpul. Beberapa pasien-pasien penderita leukemia menerima radiasi yang diarahkan keseluruh tubuh. Penyinaran atau iradiasi seluruh tubuh biasanya diberikan sebelum suatu transplantasi sumsum tulang.

Pengobatan Biologi
Untuk beberapa pasien-pasien penderita leukemia dengan chronic lymphocytic leukemia, tipe terapi biologi yang digunakan adalah suatu antibodi monoclonal. Senyawa ini mengikat pada sel-sel leukemia. Terapi ini memungkinkan sistim imun untuk membunuh sel-sel leukemia didalam darah dan sumsum tulang (bone marrow).

Untuk beberapa pasien-pasien penderita leukemia dengan chronic myeloid leukemia, terapi biologi adalah suatu senyawa alami yang disebut interferon, namun harganya sangat mahal dan konon sulit didapatkan selain di negara maju. Senyawa ini dapat memperlambat pertumbuhan dari sel-sel leukemia.

IMMUNITAS
Sistem imun ( antibodi)
sebagai daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai virus, sangatlah berperan dalam proses terjadinya infeksi pada tahap awal maupun saat proses pengobatan. Jenis virus tidak dapat diobati atau disembuhkan dengan antibiotik. Selain antibiotik dapat merusak organ yang tidak semestinya, antibiotik hanya berfungsi meredam dan menenagkan serangan virus. Cegah dan perangi virus sejak dini, sebelum terjadi infeksi yang dapat menguasai kesehatan anda.

TRANSFER FACTOR ADALAH SOLUSI MASALAH SERANGAN VIRUS. MOLEKUL PENDIDIK SISTEM IMMUN TERBAIK SAAT INI. MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH HINGGA 437%,setiap hari.. INFORMASI KEPEDULIAN ANDA HUB : 021 95696922 / 082114012069

Mengenal Jenis-Jenis Kanker dan Pengertiannya

Posted by eric ramli on 00:30
Mengenal Jenis-Jenis Kanker dan Pengertiannya.

http://noscadgie.files.wordpress.com/2007/10/sel-kanker.jpg


Kanker merupakan klasifikasi penyakit yang dicirikan dengan pertumbuhan sel yang abnormal. Terdapat lebih dari 100 jenis kanker yang berbeda dan setiap kanker dibagi lagi ke dalam jenis sel yang mempengaruhinya. 
Kanker menyerang tubuh ketika sel-sel yang rusak membelah diri tak terkontrol hingga membentuk benjolan atau tumor jaringan.Tumor ini dapat tumbuh dan mengganggu sistem pencernaan, saraf, dan peredaran tubuh serta dapat melepaskan hormon yang mampu mengubah fungsi tubuh.

Jenis-jenis Kanker Umum 

Berikut ini adalah jenis-jenis kanker umum yang sering diderita oleh kebanyakan orang.
 
1. Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih merupakan kanker yang terbentuk di jaringan kandung kemih (organ yang menyimpan urin). Sebagian besar kanker kandung kemih merupakan transisi sel karsinoma (kanker yang diawali dari sel-sel yang biasanya membentuk lapisan dalam kandung kemih).
Jenis lainnya adalah karsinoma sel skuamosa (kanker yang diawali dari sel datar), dan adenokarsinoma (kanker yang diawali dari sel-sel yang membuat dan melepaskan lendir dan cairan lainnya). 
Sel-sel yang membentuk karsinoma, sel skuamosa, dan adenokarsinoma berkembang di lapisan dalam kandung kemih sebagai akibat dari iritasi kronis dan peradangan

2. Kanker Payudara

Kanker yang terbentuk di dalam lapisan payudara, biasanya di saluran (jaringan yang membawa susu ke puting) dan lobulus (kelenjar yang membuat susu). Kanker payudara dapat menyerang laki-laki dan wanita, meskipun laki-laki sangat jarang terserang kanker payudara.


3. Kanker Usus Besar dan Rektal

Kanker usus besar merupakan jenis kanker yang terbentuk di dalam jaringanusus besar. Kebanyakan kanker usus besar merupakan adenokarsiomas (kanker yang dimulai dari sel-sel yang membuat dan melepaskan lendir dan cairan-cairan lainnya). Kanker rektal merupakan jenis kanker yang terbentuk di dalam jaringan rektum.


4. Kanker Endometrial

Kanker yang terbentuk di jaringan lapisan rahim (organ kecil, berongga, dan berbentuk seperti buah pir yang terletak di panggul wanita tempat janin berkembang). Sebagian besar kanker ini bersifat endometrium adenokarsinoma (kanker yang diawali dari dalam sel yang membuat dan melepaskan lendir dan cairan lainnya).


5. Kanker Ginjal
 
Kanker yang terbentuk di jaringan ginjal. Kanker ginjal termasuk karsinoma sel ginjal (kanker yang terbentuk pada lapisan tabung yang sangat kecil di ginjal yang menyaring darah dan mengeluarkan sampah tubuh) dan karsinoma ginjal panggul (kanker yang terbentuk di tengah-tengah ginjal di mana urin dikumpulkan).


6. Leukimia

Jenis kanker yang diawali pada saat pembentukan jaringan-jaringan darah seperti sumsum tulang dan menyebabkan sejumlah besar sel darah yang diproduksi dan masuk ke dalam aliran darah.


7. Kanker Paru-Paru

Kanker yang terbentuk pada jaringan paru-paru, biasanya terdapat pada sel-sel lapisan saluran udara. Dua jenis utama dari kanker paru-paru adalah sel kanker paru-paru kecil dan bukan sel kanker paru-paru kecil. Jenis kanker ini didiagnosa di bawah mikroskop berdasarkan jenis selnya.


8. Melanoma

Sebuah bentuk kanker yang terbentuk di dalam melanosit (sel yang membuat pigmen melamin). Awalnya mungkin dimulai di dalam mol (melanoma kulit), tetapi juga bisa dimulai dari jaringan pigmen lain, seperti mata atau di dalam usus.


9. Kanker Pankreas

Sebuah kanker ganas yang ditemukan di dalam jaringan pankreas yang juga disebut dengan kanker eksokrin.


10. Kanker Prostat

Kanker yang terbentuk di jaringan prostat (kelenjar dalam sistem reproduksi laki-laki yang terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum). Kanker prostat biasanya menyerang pada pria yang lebih tua umurnya.


11. Kanker Tiroid

Kanker yang terbentuk di kelenjar tiroid (organ di dasar tenggorokan pembentuk hormon yang membantu mengendalikan detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan berat tubuh).
Kanker tiroid ini terdiri atas empat jenis, yaitu kanker tiroid papiler, folikuler, meduler, dan kanker tiroid anaplastik. Empat jenis kanker tiroid ini didasarkan pada ketampakan selnya apabila dilihat di bawah mikroskop.
Dengan menyadari betapa bahaya kanker, ada baiknya diperlukan pengetahuan dan tindakan dini untuk mengetahui jenis dan tingkatan kanker. Untuk amannya, periksakan diri Anda secara rutin ke dokter untuk mengetahui ada atau tidaknya kanker yang menyerang Anda.

Untuk mengamankan diri dari serangan kanker, biasakanlah untuk mengkonsumsi TRANSFER FACTOR secara rutin.

Bukankah mencegah lebih baik daripada 
mengobati?

TRANSFER FACTOR ADALAH SOLUSI MASALAH SERANGAN VIRUS. MOLEKUL PENDIDIK SISTEM IMMUN TERBAIK SAAT INI. MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH HINGGA 437%,setiap hari..

INFORMASI KEPEDULIAN ANDA  
HUB : 021 95696922 / 082114012069

MENGUBAH SEL KANKER MENJADI SEL NORMAL

Posted by eric ramli on 23:44
MENGUBAH SEL KANKER MENJADI SEL NORMAL

Dokter Li Feng di Taiwan University Hospital pernah mengidap kanker limpa

Orang yang menderita penyakit yang sama dengan dirinya, ada yang sudah koma, bahkan ada yang meninggal, tapi beliau justru masih hidup dengan sehat. Rahasianya adalah: sama sekali tidak tergantung pada pengobatan,tetapi setiap hari menjaga kondisi organ tubuhnya, terutama sel - sel tubuhnya.
Oleh karena itu, harus hidup dengan bahagia, mengkonsumsi makanan yang sehat (Hambar), hidup teratur, tidur lebih awal dan bangun lebih pagi, dan secara teratur melakukan meditasi dan olahraga.

Dua motto hidupnya yang terkenal adalah :

"Di saat orang bahagia, sel tubuh sangat sempurna, seperti anak muda yang berusia 18 tahun; di saat orang marah, sel tubuh akan berubah menjadi seperti orang tua yang berusia 80 tahun, lusuh dan mengkerut!"

"Jangan menyiksa sel tubuh kita sendiri; makan berlebihan; bergadang atau tidak tidur, adalah penyiksaan terhadap sel tubuh!"

Orang-orang yang suka bergadang di kota besar umumnya baru mulai tidur jam 4 pagi, Dokter Li Feng justru sudah bangun. Terlebih dulu meminum segelas air putih, lalu mulai bermeditasi, berolahraga. Setelah makan semangkok bubur 5 jenis padi - padian, jam 7 pagi ia berangkat kerja; setiap malam jam 8 di saat orang kantoran masih sibuk lembur, Dokter Li Feng sudah mulai bermeditasi, dan jam 9 malam waktunya beliau tidur. Makanannya sangat sederhana dan hambar,siang hari makan sayur dan nasi yang dimasak sendiri, makan malam hanya mengkonsumsi sebanyak 1/2 atau 1/3 porsi di siang hari, makanannya sehari - hari adalah sayur - sayuran ditambah dengan padi-padian.

Sulit dibayangkan bahwa 30 tahun yang lalu Dokter Li pernah mengidap kanker limpa, para dokter kanker yang dulu mengobatinya bahkan ada yang telah meninggal dunia, Dokter Li bahkan masih hidup sehat hingga saat ini.

Jika ditanya mengapa, mungkin jawaban yang tepat adalah :
Beliau sekarang hidup dengan "sangat menghargai/menghormati sel tubuhnya".

Selama 30 tahun ini, dalam pekerjaannya, Dokter Li melihat hidup mati dan tumbuh kembang sel tubuh manusia lewat mikroskop. Beliau berkata, pada saat orang bahagia, sel tubuh akan semakin sempurna dan bulat, seperti anak muda usia 18 tahun; saat kita marah, sel tubuh akan berubah seperti orang usia 80 tahun, keriput dan menyusut. Lagi pula, sel tubuh yang sehat dengan sel tubuh yang sakit sama sekali berlainan, "sel kanker bentuknya tidak beraturan". Beliau berkata, semakin memahami sel tubuh, semakin dirinya merasa malu karena dulunya pernah memperlakukan sel tubuh dengan tidak baik, hingga akhirnya beliau belajar untuk "menghargai sel tubuh", tubuhnya baru perlahan - lahan membaik. Karena telah hidup bersama dengan sel kanker selama 30 tahun, banyak orang yang datang kepadanya untuk bertukar pengalaman.

Yang dimaksud dengan "menciptakan lingkungan yang baik untuk sel tubuh" sesungguhnya adalah hal yang sudah sering dibicarakan para orang tua --- yakni : Hidup dengan teratur, makan makanan yang sederhana dan hambar, serta berolah raga.

Dengan lever (Hepar) sebagai contoh, mengapa setiap hari pukul 11 malam kita diharuskan untuk tidur? Sebab pukul 11 malam hingga pukul 3 dinihari adalah waktu bekerjanya bagi sistem peredaran darah di hati untuk membuang racun. Dalam keadaan tidur tersebut, tubuh terbaring sempurna, hati akan gepeng merata, sehingga akan dipenuhi dengan darah. Pada waktu itu, hati akan membesar hingga 2 - 3 kali ukuran di saat normal. Jika di malam hari pukul 11 masih tetap duduk atau berdiri,beliau mengatakan, "maka hati akan seperti hati ternak yang dijual di pasar, tidak mengandung cukup darah."

Contoh lain: paru - paru. Paru-paru dapat menampung oksigen sebanyak 6.000 mili kubik udara, namun pada saat duduk di kursi, setiap kali bernafas oksigen yang masuk hanya 1/2 liter saja, berarti cuma seperduabelas kapasitas paru-paru yang terpakai. Manusia masa kini setiap hari hidup dengan duduk di kantor, naik kendaraan, naik lift, dengan kapasitas bernafas hanya sekitar 500 mili - 1 liter saja, sisa kapasitas paru - paru yang ada hanya sebagai cadangan saja. Li Feng berkata, "Ibarat seseorang yang memiliki 12 buah ruangan di rumahnya, tapi karena setiap hari sibuk dengan pekerjaan di luar rumah, begitu pulang ke rumah,yang digunakan hanya satu ruangan saja yaitu ruang tidur." Jika hendak memanfaatkan setiap rongga di dalam paru - paru, satu - satunya cara adalah berolah raga.

Sebab di saat olahraga keras otot - otot tubuh akan menghabiskan jauh lebih banyak oksigen dari pada kemampuan suplai oksigen yang dimiliki paru-paru, kecepatan bernafas setiap menit akan bertambah 1 kali lipat, dan setiap kali menarik nafas udara yang tersedot ke dalam paru-paru akan bertambah 5 kali lipat, selain itu bernafas dalam2 juga dapat menyebabkan udara memenuhi setiap rongga paru-paru yang biasanya tidak pernah terisi udara.

Bagaimana Cara Pengacara Wen Lu Bing Mengobati Kanker Paru Paru

Tanggal 13 April 2006, di TV diberitakan seorang pengacara bernama Wen Lu Bing, yang kembali menjadi WN Taiwan setelah meninggalkan WN Amerika, divonis mengidap kanker pada tahun 2003 dengan hidup yang diperkirakan hanya tinggal 6 bulan lagi, namun masih hidup tanpa ditemukan sedikit pun sel kanker di tubuhnya.

Beliau berkata bahwa selama 3 tahun ia jarang makan protein (dari daging), dan menggantikannya dengan mengkonsumsi "Sarapan Penawar Racun" (Buah-buahan + sayur-sayuran + umbi-umbian + nasi beras tumbuk yang masih ada sedikit kulit padinya), setiap hari meminum 2.000 CC jus buah-buahan, relaksasi diri, secara ajaib kanker paru-paru pun hilang.

20 Jenis Makanan Super Penawar Racun Terbaik:

1.   Singkong

2.   Kacang Hijau
3.   Gandum
4.   Ubi
5.   Beras Kecil
6.   Beras Kasar
7.   Kacang Merah
8.   Wortel
9.   Shanyao
10. Niupang
11. Asparagus
12. Bawang Bombay
13. Akar Teratai
14. Lobak Putih
15. Bawang putih
16. Daun Singkong
17. Daun Wortel
18. Chuangi
19. Yogurt
20. Cuka

Disamping itu, teman sekelas mantan sekretaris gubernur Huang Shun Xing yang mengidap kanker paru-paru, setelah secara serius menuruti nasihat dari pakar terapi kanker Rumah Sakit Matteus Taiwan, yakni Dokter Lu Ge Ling utk merubah kebiasaan makannya (yaitu kurangi makanan bersifat asam, ganti dengan makanan yang bersifat basa), setiap hari ia makan Chlorela, minum sup Ling Jiao, berpikir positif, dan setiap hari melakukan olahraga teratur.

Kurangi makanan asam, ganti dengan makanan bersifat basa

1. Makanan Asam Kuat :
• Kuning telur,
• Keju,
• Kue yang dibuat dari gula putih, atau buah kesemek,
• Telur ikan,
• Ikan kayu, dll.

2. Makanan Semi Asam :
• Ham,
• Bacon,
• Daging ayam,
• Ikan tuna,
• Daging babi,
• Belut,
• Daging sapi,
• Roti,
• Gandum kecil,
• Mentega,
• Daging kuda, dll.

3. Makanan Asam Lemah:
• Beras,
• Kacang tanah,
• Bir,
• Arak,
• Tahu goreng,
• Rumput laut,
• Kerang batik,
• Gurita,
• Ikan gabus.

4. Makanan Basa Lemah:
• Kacang merah,
• Lobak, apel,
• Bawang bombay,
• Tahu, dll.

5. Makanan Semi Basa:
• Anggur kering (kismis),
• Kacang besar,
• Wortel,
• Tomat,
• Pisang,
• Jeruk,
• Labu,
• Strawberry,
• Putih telur,
• Sayur asin,
• Lemon,
• Pocai, dll.

6. Makanan Basa Kuat:
• Anggur,
• Daun teh,
• Wine,
• Tunas Rumput Laut,
• Rumput Laut, dll.

Terutama rumput laut jenis Chlorela alami yang mengandung zat hijau daun yang tinggi,adalah makanan kesehatan bersifat basa yang terbaik, teh jangan dikonsumsi berlebihan, sebaiknya diminum pagi hari.

Marah Gampang Mendatangkan Tumor.

Dokter Li Feng dari Taiwan University sembuh sama sekali dari kanker limpa yang dideritanya 30 tahun yang lalu, setiap hari beliau rajin hiking dan membaca kitab, dengan tujuan menghilangkan kepenatan pikirannya.

Sebaliknya seorang teman saya yang menderita depresi divonis mengidap kanker limpa, setelah 11 bulan dirawat di rumah sakit National Taiwan University, ia meninggal dunia.
Marah akan mudah terjangkit kanker, seluruh dunia tahu akan hal itu. Universitas Stanford pernah melakukan suatu percobaan, selang pernafasan dimasukkan ke dalam hidung anda lalu anda diminta untuk bernafas seperti biasa, lalu selang itu ditancapkan ke salju.

Jika salju tidak berubah warnanya, itu berarti emosi anda sedang stabil, jika salju semakin memutih, itu berarti anda sedang merasa bersalah, jika salju berubah menjadi ungu, itu berarti anda sedang marah. Salju yang berubah menjadi ungu itu, jika disuntikkan ke dalam tubuh seekor tikus putih, dalam waktu 1-2 menit, tikus itu akan mati. Komposisi salju yang berubah ungu itupun sudah diteliti. Oleh karena itu marah akan membuat seseorang mudah terjangkit kanker, ini adalah masalah yang serius.


Therapy untuk membantu penyembuhan kanker secara maksimal

TRANSFER FACTOR TM ADALAH SOLUSI MASALAH SERANGAN VIRUS. MOLEKUL PENDIDIK SISTEM IMMUN TERBAIK SAAT INI. MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH HINGGA 437%,setiap hari..

INFORMASI KEPEDULIAN ANDA 
HUB : 021 95696922 / 082114012069

atau 
KLIK DISINI

JANGAN MENYERAH... LAWAN KANKER ANDA !!!

Posted by eric ramli on 23:09
MARI MELAWAN KANKER..!

300 SEL KANKER MUNCUL SETIAP HARI, FUNGSI TENTARA IMUN KITA UNTUK MENGAHANCURKAN SEL KANKER TERSEBUT

Apakah Anda sedang menderita kanker payudara stadium 4?


Apakah Anda akan menjalani operasi pengangkatan Kanker?


Apakah Anda akan menjalani tahap chemotherapy?


Apakah Anda akan menjalani sesi radiotherapy?


Apakah Anda telah meminum supplement namun kanker Anda tetap berkembang?


Apakah Anda sedang menderita kanker di daerah perut (abdomen) dan badan menjadi sangat lemah?


Apakah Anda ingin menghindari efek radiasi Radiotherapy yang membuat tubuh menjadi lemah dan kelelahan?


Apakah Anda telah menjalani Operasi pengangkatan Kanker namun kanker tersebut datang kembali?


Apakah Anda menemukan Gumpalan atau Benjolan aneh pada tubuh dan Dokter bilang itu adalah calon Tumor atau Kanker?


Apakah Anda telah menjalani test ultra-sound dan mammogram lalu dokter memvonis terdapat Kanker di tubuh?


Apakah Anda telah menjalani biopsi dan setelah diperiksa Lab, ternyata benar bagian yang diambil adalah Kanker?


Apakah Anda telah menjalani Chemotheraphy kemudian sangat sakit akibat efek chemotherapy, termasuk efek di sekitar wajah, rambut rontok, sakit perut dan lain-lain?


Jangan menyerah! Lawan Kanker Anda!

Jangan kita berkecil hati. Sekarang telah ditemukan Transfer Factor, Cara Cerdas Untuk Melawan Kanker.


Beritahu Teman Baik Anda, dan Kenalan Anda yang sedang melawan Kanker.

KENALI PROSTAT

Posted by eric ramli on 22:55

-


Prostat adalah kelenjar yang terdapat di bawah kandung kemih pria. Fungsi utama prostat adalah memproduksi cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma.

Prostat seringkali membesar secara bertahap setelah usia 50 tahun. Pada usia 70 tahun, 80% pria memiliki prostat yang membesar. Banyak pria lansia yang mengalami masalah buang air kecil karena pembesaran prostat (non-kanker). Pada beberapa pria, pembesaran ini diikuti oleh tumbuhnya kanker.
Kanker Prostat

Kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Kanker ini paling umum pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun.

PENYEBAB
Seperti halnya kanker lain, penyebab kanker prostat tidak diketahui. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker tersebut:
1. Usia.
Kebanyakan kasus terjadi pada pria usia lanjut.
2. Riwayat keluarga dan faktor keturunan.
Bila ayah atau abang Anda terkena kanker prostat pada usia relatif muda (di bawah 60), risiko Anda lebih tinggi. Juga bila saudara perempuan Anda terkena kanker payudara.
3. Suku bangsa.
Pria Asia memiliki risiko lebih rendah dibandingkan pria kulit hitam atau kulit putih.
4.Paparan logam cadmium

GEJALA
Pertumbuhan kanker prostat seringkali sangat lambat, bisa tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Dengan semakin membesarnya kanker, keluhan mulai muncul karena desakan pada uretra menimbulkan iritasi atau menyumbat aliran air seni. Gejala yang timbul antara lain:
-Air seni tidak lancar.
Aliran urin lemah dan butuh waktu lebih lama untuk menuntaskan kencing.
-Penundaan.
Anda mungkin harus menunggu beberapa saat di toilet sampai air seni mulai mengalir.
-Tetesan.
Sedikit air seni mungkin menetes dan menodai celana dalam Anda tidak lama setelah Anda selesai kencing di toilet.
-Frekuensi.
Anda lebih sering kencing daripada biasanya.
-Urgensi.
Anda merasa sangat ‘kebelet’ kencing tiba-tiba.
-Kurang tuntas. Anda merasa kencing Anda tidak betul-betul tuntas.

Catatan: semua gejala di atas banyak dirasakan pria lansia. Kebanyakan mereka yang merasakannya hanya terkena pembesaran prostat non-kanker. Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya.

* Gejala lain seperti sakit di pangkal penis atau air seni berdarah hanya terjadi pada kanker prostat stadium lanjut.

Diagnosis

Bila dokter mencurigai Anda terkena kanker prostat, dia akan melakukan beberapa hal berikut:

* Perabaan melalui anus (digital rectal examination). Dengan mengenakan sarung tangan, dokter akan memasukkan jarinya ke lubang anus untuk meraba bagian belakang kelenjar prostat. Bila dirasakan ada pembesaran atau pengerasan, tes lain akan dilakukan untuk mendiagnosis lebih lanjut.
* Tes darah. Tes darah diperlukan untuk mengukur antigen khusus prostat (PSA). PSA adalah protein yang diproduksi baik oleh sel prostat normal maupun kanker. Semakin tua, semakin banyak PSA yang kita produksi. Meskipun tidak konklusif, kandungan PSA tinggi dapat mengindikasikan Anda terkena kanker. Pada tahap pengobatan, penurunan kadar PSA menandakan efektivitas terapi yang dijalankan.
* Tes PCA3. Adanya kadar PCA3 yang lebih tinggi di urin menunjukkan kehadiran kanker prostat. Tes ini lebih akurat dibandingkan tes darah (PSA), tetapi tidak semua fasilitas medis menyediakannya.
* Biopsi. Biopsi adalah pengambilan sedikit sampel jaringan tubuh untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi mungkin harus dilakukan untuk memastikan diagnosis kanker prostat dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke lubang anus Anda. Beberapa sampel biasanya diambil pada bagian-bagian yang berbeda dari prostat.
* CT scan, MRI scan dan pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut tingkat penyebaran kanker.

Stadium Kanker Prostat

Pada tahap awal kanker prostat masih terlokalisasi, namun pada tingkat lanjut dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti tulang dan nodus limfa di selangkangan. Stadium kanker prostat ditentukan oleh seberapa jauh tingkat penyebarannya.

Stadium kanker prostat menggunakan sistem TNM:
T = Tumor
N = Nodus
M = Metastase

TUMOR
T1 = tumor hanya ada di dalam prostat, belum dapat dirasakan melalui perabaan lewat anus.

T2 = tumor masih di dalam prostat, sudah dapat dirasakan melalui perabaan.

T3 = tumor sudah menyebar ke jaringan sekitarnya seperti kelenjar seminal vesicle yang memproduksi semen

T4 = tumor telah menyebar ke tulang atau nodus limfa

NODUS
N1-3 berarti kanker telah menyebar ke nodus/kelenjar limfa. N0 berarti belum menyebar ke nodus.

METASTASE
M diikuti 1a, b atau c menunjukkan kanker telah menyebar ke tulang atau organ tubuh lain.


TRANSFER FACTOR ADALAH SOLUSI TERBAIK !!!
MOLEKUL PROTEIN YANG MENDIDIK SISTEM IMUN
MENINGKATKAN ANTIBODI CELL HINGGA 437%...

INFO LENGKAP KEPEDULIAN ANDA
HOTLINE : 021 - 95696922 / 082114012069

Rencanakan Kehamilan Dengan Hidup Sehat

Posted by eric ramli on 16:34

http://2.bp.blogspot.com/_SWAc_Y-6ru4/S_7RArtnoaI/AAAAAAAAAAU/G3RwxTR5HYU/s1600/hamil.jpg 
Pemeriksaan kesehatan penting calon ibu sebelum hamil, di masa prakonsepsi. Lakukan persiapan, 3 - 6 bulan sebelum hamil. Dengan demikian, tubuh calon ibu siap menerima kehadiran janin dan menjalani kehamilan sehat.
Riwayat kesehatan calon ayah dan ibu.
Pemeriksaan kesehatan calon ibu dalam rangka mempersiapkan kehamilan, dimulai dengan mengunjungi dokter kebidanan dan kandungan. Di rumah sakit atau klinik fertilitas, Anda berdua sebaiknya berkonsultasi dengan tim dokter terutama jika Anda dan pasangan memiliki riwayat kesehatan yang dapat menyebabkan kondisi kehamilan yang berisiko. Seperti, Toksoplasmosis, Rubella (Campak Jerman), Gondongan (mumps), dan lain sebagainya. Anda dan pasangan sebaiknya mengatasi penyakit atau gangguan kesehatan lebih dulu, baru kemudian melakukan upaya untuk hamil.

Rencanakan Kehamilan Dengan Hidup Sehat

Riwayat kesehatan keluarga. Jika Anda dan pasangan memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya Anda melakukan tes genetika di laboratorim atau lembaga khusus genetika. Deteksi dini penyakit thalasemia, masalah kromosom, dan penyakit metabolisme dapat dilakukan dengan melakukan serangkaian tes.
Untuk beberapa kasus, deteksi dini membantu calon ayah dan ibu menyiapkan psikolog dan mental, jika terjadi kehamilan berisiko tinggi.
Pemeriksaan klinis. Bagi calon ibu, berikut pemeriksaan klinis yang sebaiknya dilakukan:
  • Bobot tubuh atau berat badan calon ibu bisa berpengaruh terhadap kesuburan. Jika kelebihan berat badan, bisa terjadi ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan tingkat kesuburan menurun. Jika pun terjadi pembuahan saat berat badan berlebih, risiko calon ibu untuk menderita diabetes cukup besar. Bahkan, calon ibu berisiko terserang pre-eklampsia (gejala keracunan kehamilan). Si janin juga menanggung risiko ini. Saat tiba waktu persalinan, kegemukan juga bisa mempersulit persalinan.Kelebihan berat badan juga menyulitkan dokter dalam mengukur besar rahim untuk menghitung usia kehamilan. Ukuran rahim â€Å“tersamar” oleh timbunan lemak yang menyelimuti.Sebaliknya, jika calon ibu terlalu kurus, kesuburan akan terpengaruh. Calon ibu bisa mengalami gangguan keseimbangan hormon. Calon ibu yang terlalu kurus menyebabkan ketidakteraturan haid. Agar proses ovulasi terjadi, tubuh calon ibu biasanya membutuhkan hormon estrogen. Agar hormon ini diproduksi, berat badan tubuh akan bertambah sekitar 25% dari bobot normal. Itulah kenapa jika bobot tubuh kurang dari normal, maka tubuh juga susah payah dalam memproduksi hormon estrogen dengan baik. Ujungnya, ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur) gagal berlangsung dengan baik.
  • Rongga panggul. Dokter kebidanan dan kandungan perlu memeriksa kesehatan rongga panggul. Pemeriksaan ini akan mendeteksi, apakah ada masalah pada organ reproduksi calon ibu. Misalnyal, kista indung telur yang menyebabkan menurunnya tingkat kesuburan. Bentuk dan posisi rahim tertentu yang pun juga menghambat terjadi pembuahan, dan pertumbuhan janin.Selain kista, keluhan calon ibu adalah mioma atau miom, yakni sejenis tumor yang biasanya tumbuh di dinding rahim. Miom memang tidak bersifat ganas, tapi benjolannya kadang-kadang menekan jaringan sekitarnya, seperti usus dan kandung kemih. Sehingga, calon ibu merasakan nyeri dan pendarahan hebat saat haid. Jika kemudian ibu hamil dengan miom dalam rahimnya, maka yang nyeri panggul akan dialaminya.
  • Pap smear. Dokter melakukan pemeriksaan ini untuk mendeteksi ada tidaknya kanker atau gangguan lain di leher rahim. Pap smear biasanya dilakukan tiga tahun setelah melakukan hubungan seks pertama kali.Pasien akan tiduran di kursi khusus dengan kaki ditumpangkan ke penahan kaki. Selanjutnya vagina dibuka dengan alat bernama spekulum. Dokter atau bidan akan mengambil olesan jaringan di mulut rahim. Olesan itulah yang dikirim ke laboratorium untuk dianalisa. Jika ditemukan kelainan, maka harus disembuhkan sebelum Anda hamil.
Source: www.ayahbunda.co.id

Penggunaan Transfer Factor pada penderita AUTIS

Posted by eric ramli on 22:57
Penggunaan Transfer Factor pada penderita AUTIS

http://obatpropolis.com/wp-content/uploads/2010/03/autisme.jpg

Baru-baru ini pengobatan alternatif baru telah datang ke dalam sorotan dan menawarkan berbagai potensi manfaat bagi anak autistik menurut para pendukungnya. Sayangnya, hal ini juga menawarkan peluang penipuan dan penipuan oleh mereka yang hanya tertarik dalam memanfaatkan keputusasaan orangtua yang sedang mencari secercah harapan bahwa anak mereka akan sembuh dari autism. Perawatan ini, autism Transfer Factor, didasarkan pada ilmu biokimia dan dalam penelitian yang terbatas telah menunjukkan sangat menjanjikan.
Ada banyak Transfer Faktor yang ditemukan secara alami dalam tubuh, dan sementara beberapa bersifat umum, yang lain muncul untuk mentransfer kekebalan pada penyakit atau kondisi menentukan. Perawatan ini didasarkan pada hipotesis bahwa autism dan banyak kondisi terutama disfungsi sistem kekebalan tubuh dan dapat diobati atau bahkan dibalik.
Menurut definisi, “Mentransfer Faktor-faktor yang immunomodulators protein yang mentransfer kemampuan untuk mengekspresikan diperantarai sel imun kekebalan dari donor mencukupi kekurangan imun penerima atau dari donor yang diimunisasi nonimmune penerima.” Singkatnya, dalam kasus autism, mereka mentransfer kekebalan untuk Autism kepada orang yang menerima perawatan.
Saat ini ada dua sumber Transfer Factor tersedia saat ini. Salah satu yang paling umum memanfaatkan kolostrum dari sapi yang telah terkena konsentrasi tinggi patogen dan virus yang peneliti telah dikaitkan dengan autism.
Kolostrum, substansi yang mendahului susu pada mamalia, melayani suatu peran alam dalam melindungi bayi dari penyakit dengan mentransfer kekebalan ibu ke anak. Dalam kasus Transfer Factor, kekebalan yang dikembangkan adalah sapi ditransfer ke bayi manusia, dan dengan demikian melindunginya dari penyakit. Karena proses yang diperlukan untuk memproduksi bentuk ini Transfer Factor, ini adalah perawatan yang sangat mahal, dan menjadi eksperimental biasanya tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan.
Sumber kedua adalah dari sel-sel darah manusia, baik leukosit atau limfosit, dan tampaknya bekerja dengan baik jika sel-sel tersebut berasal dari anggota keluarga dekat. Mereka bekerja dalam cara yang sama seperti perawatan berbasis kolostrum, kecuali bahwa mereka transfer yang jauh lebih secara genetik kekebalan alami karena ciri-ciri umum antara donor dan penerima.
Mereka juga lebih murni dan bebas dari kontaminan. Perawatan ini jauh lebih terbatas digunakan, karena ketersediaan donor dan karena itu lebih mahal daripada untuk menerima perawatan berbasis kolostrum. Ini juga melibatkan tingkat resiko yang lebih tinggi, karena masalah penyakit lahir darah.
Dalam sebuah penelitian, Dr H. Hugh Fudenberg, MD menemukan bahwa dari 22 Autistic anak-anak, 21 meningkat secara signifikan dan 10 dianggap pulih dan diarusutamakan di sekolah mereka setelah perawatan Transfer Factor.
Setelah pengobatan dihentikan, beberapa menunjukkan regresi, tetapi tidak kembali ke tingkat dasar mereka sebelumnya. Dr Fudenberg menggunakan Transfer Factor berbasis limfosit dalam perawatan, dan sementara hasil-hasil ini telah direplikasi menggunakan protokol pengobatan, mereka belum direplikasi menggunakan pengobatan berbasis kolostrum.

sumber; transfer factor for autism

Fakta:
Anak-anak memiliki system imun yang masih lemah dan mudah terserang infeksi yang di dapat dari kehidupan sehari-hari dan juga dari sekolah.
Fakta:
Anak-anak bayak sekali mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi,dan memiliki asupan yang rendah terhadap nutrisi yang penting untuk meningkatkan system kekebalan tubuh.
Fakta:
Anak-anak mendapatkan infeksi dari lingkungan rumah dan sekolah.
Fakta:
Infeksi telinga yang meningkat membuat penggunaan antibiotic dosis tinggi meningkat pada anak-anak.
Fakta:
Penggunaan antibiotic yang berlebihan pada anak-anak menyebabkan system imun tidak bekerja optimal,dan membuat tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotic meningkat.
Transfer Factor adalah alami, aman , tidak menimbulkan efek samping, dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak. Anak-anak mendapatkan manfaat yang luar biasa dari transfer factor di dalam kehidupan mereka. Dr.David Markowitz, seorang dokter spesialis anak melakukan penelitian selama 12 bulan terhadap transfer factor menemukan dari 88 anak yang mengkonsumsi transfer factor 2 cap per hari selama 8 bulan, didapatkan 74% penurunan jumlah penderita penyakit,dan 84% penurunan dalam penggunaan antibiotic pada anak-anak yang sakit.yang terpenting bahwa tidak ditemukan adanya efek samping pada anak-anak, Dr. David mengindikasikan terjadi penghematan lebih US$25.000 oleh group yang mengkonsumsi transfer factor dalam hal perawatan rumah-sakit, kunjungan dokter dan biaya pengobatan.
Mengapa Anak-Anak Menbutuhkan Transfer Factor
• Transfer Factor menghemat jutaan rupiah dalam biaya pengobatanTransfer Factor membantu mencegah infeksi berulang seperti flu,amandel dan infeksi telinga.
• Transfer Factor mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak perlu dengan cara meningkatkan kekebalan dan sistem pertahanan tubuh anak-anak.
• Transfer Factor terbukti aman diberikan untuk anak-anak mulai berumur 1 hari.
• Transfer Factor dapat meningkatkan IQ pada anak-anak .
• Transfer Factor sudah dibuktikan secara sains selama lebih 50 tahun,dan menghasilkan lebih dari 3500 laporan uji klinis oleh para ilmuwan lebih dari 60 negara.
• Transfer Factor sangat dibutuhkan oleh anak-anak mengingat begitu tingginya tingkat stress yang didapatkan anak disekolah,sehingga dapat melemahkan system kekebalan tubuh,yang berakibat mudahnya anak2 terkena penyakit.
Bahkan obat ini telah di coba pada penderita outis dan dua bulan terapi bicaranya sudah mulai teratur, dia sudah tidak perlu guru pendamping dan belum lama dia menjuarai sains di sekolahnya.

Hotline : 021 - 95696922 / 0821140120699

Kesaksian Autis

Posted by eric ramli on 22:54
 Kesaksian AUTIS

LUTFI ZAKARIA, Jakarta – Sembuh dari Autisme
Di vonis Autisme sejak umur 2 th. Bermacam pengobatan telah di coba orangtuanya dgn biaya ratusan juta rupiah. Hingga umur 5 th, Lutfi belum dapat bicara dan hanya bermain sendirian. Pd Maret 2006, org tuanya memberi Transfer Factor Advance dan Chewable tiap hari 2x. Setelah 2 bulan mengkonsumsi Transfer Factor, Lutfi menunjukkan kemajuan sgt baik, penuturan kata sudah mulai teratur, menjuarai sains di sekolahnya, sudah tidak perlu guru pembimbing dan semakin normal keadaannya. Thanks to Transfer Factor

Pengobatan AUTIS dengan Transfer Factor Advance Oleh Dr. Kenneth Bock

Posted by eric ramli on 21:13
Penanggulangan AUTIS dengan Transfer Factor Advance

Dr Bock melakukan Penelitian terhadap 9 orang anak dengan usia rata-rata 5 tahun. Kesembilan orang anak ini diberi tiga kapsul Transfe Factor advance tiga kali sehari selama tiga bulan.




Dalam penelitiannya ini, Dr. Bock menggunakan skala Gilliam Autism Rating untuk mengukur/mengevaluasi seorang pasien. Metode ini memberikan skore pada empat kriteria yaitu: stereotyped "autistic" behaviors (perilaku autif), communication (kemampuan berkomunikasi), social interaction (interaksi sosial) and developmental markers (dan pengenalan lingkungan). Masing-masing skore dari masing kriteria ini di jumlahkan ke dalam suatu autism quotient (angka autisme). Semakin tinggi autism quotient semakin tinggi pulan tingkat autisme seorang pasien.
Pada akhir bulan ketiga, 7 orang anak mengalami mengalami perkembangan berupa:

Menjadi lebih Atentif (perhatian), Peningkatan Eye Contact (kontak mata), penurunan penyakit-penyakit yang diderita, Peningkatan kemampuan berbahasa, Penyakit diare (mules) sembuh total, adanya Peningkatan Keterampilan.

Dr Bock menetapkan Transfer Factor sebagai bagian utama perawatan pasien-pasiennya. Dia sangat terkesan kemampuan Transfer Factor dalam meningkatkan sistem imun para penderia autis.

Berikut Beberapa testimoni penderita Autis:

Saya memiliki seorang anak laki-laki berumur 4 tahun. Saya memberinya Transfer factor bersamaan dengan beberapa vitamin disamping menjalani beberapa terapi. Pada saat ulang tahunnya, beberapa orang tua terkejut melihat perkembangannya di bandingkan pada ulang tahun sebelumnya. Dia sudah berubah dari seorang pesakitan menjadi orang yang paling jarang sakit dirumah kami. Ketika dia sehat tentu saja dia bisa belajar banyak hal. Karena perkembangan yang luar biasa ini mendorong saya menjadi distributor, kini semua orang dirumah saya menggunakan Transfer Factor. Mark, NC. 

Anak saya awalnya lahir sehat dan normal. Pada saat berumur 18 bulan dia diimunisasi, mendadak panas tinggi dan akhirnya berkembang menjadi autis. Ketika saya mendengar tentang Transfer Factor, dia memberikannya bersamaan dengan gula rendah diet, Vitamin B6 dan amino acids. Sukurlah ia tak lama didiagnosa autis dan kembali hidup normal. Julie, UT.  

Kami memberikan Tranfer Factor kepada putra kami Kostya (3 tahun). Selera makannya meningkat drastis setelah mengkomsi Tranfer Factor. Kemudian iapun mulai mengucapkan beberapa kata sederhana. Beberapa anak pada kasus yang sama tidak bicara sampai usia 5-7 tahun. Ia pun mulai berhenti mengulum segala sesuatu. Karena kemajuan yang pesat ini, kami tidak akan berhenti memberikan Transfer Factor kepada putra kami. Malcome and Balena, NZ  

anak autis

4Life Transfer Factor Advance dapat anda jadikan sebagai pengobatan/therapi autis putra-putri anda. Transfer factor di ambil dari kolostrum susu sapi yang diproses melalui teknologi tinggi, sehingga sangat baik untuk pertumbuhannya putra-putri anda jika dikonsumsi setiap hari.




BUKU TAMU

Posted by eric ramli on 19:50









 Hello netter, Selamat datang di blog kami... terimakasih atas kunjungan anda, semoga kita semua bisa terus menjalin komunikasi dan saling berbagi informasi positif.

Silahkan tuliskan komentar, pertanyaan atau jenis informasi lainnya dihalaman ini..

Salam Sehat & Sukses Indonesia
eric - didith

Efek Samping Kemoterapi dan Solusinya

Posted by eric ramli on 09:40
Efek Samping Kemoterapi dan Solusinya

 
kemoterapi
 
 
UMUMNYA PENGOBATAN KANKER MELALUI: 1. Pembedahan /operasi (mengangkat kanker secara keseluruhan karena kanker hanya dapat sembuh kalau belum dapat menjalar ketempat lain)2. Kemoterapi / obat-obatan (pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker) 3. Radioterapi/penggunaan sinar radiasi Namun dalam proses penyembuhan kemoterapi tidak hanya memberikan dampak yang baik tapi juga menimbulkan Efek Samping (dampak negatif). Efek Samping Kemoterapi Efek samping dapat muncul ketika sedang dilakukan pengobatan atau beberapa waktu setelah pengobatan. Efek samping yang bisa timbul adalah: 1. Lemas Efek samping yang umum timbul. Timbulnya dapat mendadak atau perlahan. Tidak langsung menghilang dengan istirahat, kadang berlangsung hingga akhir pengobatan. 2. Mual dan Muntah Ada beberapa obat kemoterapi yang lebih membuat mual dan muntah. Selain itu ada beberapa orang yang sangat rentan terhadap mual dan muntah. Hal ini dapat dicegah dengan obat anti mual yang diberikan sebelum/selama/sesudah pengobatan kemoterapi. Mual muntah dapat berlangsung singkat ataupun lama. 3. Gangguan pencernaan Beberapa jenis obat kemoterapi berefek diare. Bahkan ada yang menjadi diare disertai dehidrasi berat yang harus dirawat. Sembelit kadang bisa terjadi. Bila diare: kurangi makanan berserat, sereal, buah dan sayur. Minum banyak untuk mengganti cairan yang hilang. Bila susah BAB: perbanyak makanan berserat, olahraga ringan bila memungkinkan 4. Sariawan Beberapa obat kemoterapi menimbulkan penyakit mulut seperti terasa tebal atau infeksi. Kondisi mulut yang sehat sangat penting dalam kemoterapi 5. Rambut Rontok Kerontokan rambut bersifat sementara, biasanya terjadi dua atau tiga minggu setelah kemoterapi dimulai. Dapat juga menyebabkan rambut patah di dekat kulit kepala. Dapat terjadi setelah beberapa minggu terapi. Rambut dapat tumbuh lagi setelah kemoterapi selesai. 6. Otot dan Saraf Beberapa obat kemoterapi menyebabkan kesemutan dan mati rasa pada jari tangan atau kaki serta kelemahan pada otot kaki. Sebagian bisa terjadi sakit pada otot. 7. Efek Pada Darah Beberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja sumsum tulang yang merupakan pabrik pembuat sel darah, sehingga jumlah sel darah menurun. Yang paling sering adalah penurunan sel darah putih (leokosit). Penurunan sel darah terjadi pada setiap kemoterapi dan tes darah akan dilaksanakan sebelum kemoterapi berikutnya untuk memastikan jumlah sel darah telah kembali normal. Penurunan jumlah sel darah dapat mengakibatkan: A. Mudah terkena infeksi Hal ini disebabkan oleh Karena jumlah leokosit turun, karena leokosit adalah sel darah yang berfungsi untuk perlindungan terhadap infeksi. Ada beberapa obat yang bisa meningkatkan jumlah leokosit. B. Perdarahan Keping darah (trombosit) berperan pada proses pembekuan darah. Penurunan jumlah trombosit mengakibatkan perdarahan sulit berhenti, lebam, bercak merah di kulit. C. Anemia Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah yang ditandai oleh penurunan Hb (hemoglobin). Karena Hb letaknya di dalam sel darah merah. Akibat anemia adalah seorang menjadi merasa lemah, mudah lelah dan tampak pucat. 8. Kulit dapat menjadi kering dan berubah warna Lebih sensitive terhadap matahari. Kuku tumbuh lebih lambat dan terdapat garis putih melintang.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan jenis kemoterapi yang diberikan adalah: · Biaya atau harga dari kemoterapi tersebut. · Fasilitas yang memadai; kemungkinan untuk kontrol dan pengawasan. · Protokol kemoterapi. · Keadaan umum tubuh dan adanya penyakit atau kelemahan lain yang menyertai. Syarat seseorang mendapat kemoterapi: · Fungsi organ baik. · Jenis sel darah merah dan darah putih cukup. · Tidak demam. · Tidak perdarahan. · Dapat melakukan kegiatan sehari-hari sendiri (sehat)
Solusi agar terbebas dari bahaya Efek Samping Kemoterpi yaitu dengan pengobatan menggunakan Transfer Factor

Manfaat Pengobatan Dengan Transfer Factor :

  1. Tidak ada Efek Samping (bayi berusia kurang dari 1 tahun dapat mengkonsumsinya).
  2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga 283% dari normal sehingga sel Imun mampu membunuh sel-sel kanker dengan cepat.
  3. Tidak ada jaringan tubuh (sel-sel disekitar kanker) yang sehat ikut rusak pada waktu pengobatan.
  4. Mampu memulihkan kondisi tubuh dengan cepat setelah dilakukan Kemoterapi.
  5. Dapat dilakukan bersamaan pada masa Kemoterapi (dapat mencegah timbulnya Efek Samping akibat kemoterapi).
  6. Tidak ada syarat khusus untuk mengkonsumsi Transfer Factor.
 
TRANSFER FACTOR ADALAH SOLUSI TERBAIK !!!
MOLEKUL PROTEIN YANG MENDIDIK SISTEM IMUN
MENINGKATKAN ANTIBODI CELL HINGGA 437%...

INFO LENGKAP KEPEDULIAN ANDA
HOTLINE  : 021 - 95696922 / 0821140120699

Sindrom Gangguan Autisme (Autism Syndrome Disorder )

Posted by eric ramli on 09:09

Sindrom Gangguan Autisme (Autism Syndrome Disorder ) 

 Istilah autisme dikemukakan oleh Dr Leo Kanner pada 1943. Ada banyak definisi yang diungkapkan para ahli. Chaplin menyebutkan: “Autisme merupakan cara berpikir yang dikendalikan oleh kebutuhan personal atau oleh diri sendiri, menanggapi dunia berdasarkan penglihatan dan harapan sendiri, dan menolak realitas, keasyikan ekstrem dengan pikiran dan fantasi sendiri”.


Pakar lain mengatakan: “Autisme adalah ketidaknormalan perkembangan yang sampai yang sampai sekarang tidak ada penyembuhannya dan gangguannya tidak hanya mempengaruhi kemampuan anak untuk belajar dan berfungsi di dunia luar tetapi juga kemampuannya untuk mengadakan hubungan dengan anggota keluarganya.”

Semua masalah perilaku anak autis menunjukkan 3 serangkai gangguan yaitu: kerusakan di bidang sosialisasi, imajinasi, dan komunikasi. Sifat khas pada anak autistik adalah: (1) Perkembangan hubungan sosial yang terganggu, (2) gangguan perkembangan dalam komunikasi verbal dan non-verbal, (3) pola perilaku yang khas dan terbatas, (4) manifestasi gangguannya timbul pada tiga tahun yang pertama.



Teori awal menyebutkan, ada 2 faktor penyebab autisme, yaitu: (1). Faktor psikososial, karena orang tua “dingin” dalam mengasuh anak sehingga anak menjadi “dingin” pula; dan (2). Teori gangguan neuro-biologist yang menyebutkan gangguan neuroanatomi atau gangguan biokimiawi otak. Pada 10-15 tahun terakhir, setelah teknologi kedokteran telah canggih dan penelitian mulai membuahkan hasil. Penelitian pada kembar identik menunjukkan adanya kemungkinan kelainan ini sebagian bersifat genetis karena cenderung terjadi pada kedua anak kembar.



Meskipun penyebab utama autisme hingga saat ini masih terus diteliti, beberapa faktor yang sampai sekarang dianggap penyebab autisme adalah: faktor genetik, gangguan pertumbuhan sel otak pada janin, gangguan pencernaan, keracunan logam berat, dan gangguan auto-imun. Selain itu, kasus autisme juga sering muncul pada anak-anak yang mengalami masalah pre-natal, seperti: prematur, postmatur, pendarahan antenatal pada trisemester pertama-kedua, anak yang dilahirkan oleh ibu yang berusia lebih dari 35 tahun, serta banyak pula dialami oleh anak-anak dengan riwayat persalinan yang tidak spontan.



Gangguan autisme mulai tampak sebelum usia 3 tahun dan 3-4 kali lebih banyak pada anak laki-laki, tanpa memandang lapisan sosial ekonomi, tingkat pendidikan orang tua, ras, etnik maupun agama, dengan ciri fungsi abnormal dalam tiga bidang: interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku yang terbatas dan berulang, sehingga kesulitan mengungkapkan perasaan maupun keinginannya yang mengakibatkan hubungan dengan orang lain menjadi terganggu. Gangguan perkembangan yang dialami anak autistik menyebabkan tidak belajar dengan cara yang sama seperti anak lain seusianya dan belajar jauh lebih sedikit dari lingkungannya bila dibandingkan dengan anak lain. Autisme merupakan kombinasi dari beberapa kegagalan perkembangan, biasanya mengalami gangguan pada:



  1. Komunikasi, perkembangan bahasa sangat lambat atau bahkan tidak ada sama sekali. Penggunakan kata-kata yang tidak sesuai dengan makna yang dimaksud. Lebih sering berkomunikasi dengan menggunakan gesture dari pada kata-kata; perhatian sangat kurang.
  2. Interaksi Sosial, lebih senang menyendiri dari pada bersama orang lain; menunjukkan minat yang sangat kecil untuk berteman; response terhadap isyarat sosial seperti kontak mata dan senyuman sangat minim.
  3. Gangguan Sensorik, mempunyai sensitifitas indra (penglihatan, pendengaran, peraba, pencium dan perasa) yang sangat tinggi atau bisa pula sebaliknya.
  4. Gangguan Bermain, anak autistik umumnya kurang memiliki spontanitas dalam permainan yang bersifat imajinatif; tidak dapat mengimitasi orang lain; dan tidak mempunyai inisiatif.
  5. Perilaku, bisa berperilaku hiper-aktif ataupun hipo-pasif; marah tanpa sebab jelas; perhatian yang sangat besar pada suatu benda; menampakkan agresi pada diri sendiri dan orang lain; mengalami kesulitan dalam perubahan rutinitas.

Gangguan lain yang mempengaruhi fungsi otak penyandang autisme adalah: Epilepsi, Retardasi Mental, Down Syndrome atau gangguan genetis lain. Melihat gangguan-gangguan yang biasanya menyertai gejala autisme seperti yang dikemukakan di atas, menyebabkan banyak orang beranggapan bahwa penyandang autisme tidak mempunyai harapan untuk sembuh dan hidup normal. Namun intervensi behavioral, biologis, dan edukasional terbukti dapat dijadikan alat untuk mengurangi efek-efek autisme yang merusak. Ada 3 pendekatan utama dalam terapi terhadap penderita autisme, yaitu: (1). Pendekatan Psiko-dinamis; (2). Pendekatan Behavioral; dan (3). Medis.
PENDEKATAN TERAPI AUTISME
Autisme sejauh ini memang belum bisa disembuhkan (not curable) tetapi masih dapat diterapi (treatable). Menyembuhkan berarti “memulihkan kesehatan, kondisi semula, normalitas”. Dari segi medis, tidak ada obat untuk menyembuhkan gangguan fungsi otak yang menyebabkan autisme. Beberapa simptom autisme berkurang seiring dengan pertambahan usia anak, bahkan ada yang hilang sama sekali.

Dengan intervensi yang tepat, perilaku-perilaku yang tak diharapkan dari pengidap autisme dapat dirubah. Namun, sebagian besar individu autistik dalam hidupnya akan tetap menampakkan gejala-gejala autisme pada tingkat tertentu. Sebenarnya pada penanganan yang tepat, dini, intensif dan optimal, penyandang autisme bisa normal. Mereka masuk ke dalam mainstream yang berarti bisa sekolah di sekolah biasa, dapat berkembang dan mandiri di masyarakat, serta tidak tampak ”gejala sisa”. Kemungkinan normal bagi pengidap autisme tergantung dari berat tidaknya gangguan yang ada.

Terapi dengan Pendekatan Psikodinamis

Pendekatan terapi berorientasi psikodinamis terhadap individu autistik berdasarkan asumsi bahwa penyebab autisme adalah adanya penolakan dan sikap orang tua yang “dingin” dalam mengasuh anak. Terapi Bettelheim dilakukan dengan menjauhkan anak dari kediaman dan pengawasan orang tua. Kini terapi dengan pendekatan psikodinamis tidak begitu lazim digunakan karena asumsi dasar dari pendekatan ini telah disangkal oleh bukti-bukti yang menyatakan bahwa autisme bukanlah akibat salah asuhan melainkan disebabkan oleh gangguan fungsi otak.. Pendekatan yang berorientasi Psiko-dinamis didominasi oleh teori-teori awal yang memandang autisme sebagai suatu masalah ketidakteraturan emosional.

Terapi Dengan Intervensi Behavioral

Pendekatan Behavioral telah terbukti dapat memperbaiki perilaku individu autistik. Pendekatan ini merupakan variasi dan pengembangan teori belajar yang semula hanya terbatas pada sistem pengelolaan ganjaran dan hukuman (reward and punishment). Prinsipnya adalah mengajarkan perilaku yang sesuai dan diharapkan serta mengurangi/mengeliminir perilaku-perilaku yang salah pada individu autistik. Pendekatan ini juga menekankan pada pendidikan khusus yang difokuskan pada pengembangan kemampuan akademik dan keahlian-keahlian yang berhubungan dengan pendidikan. Saat ini ada beberapa sistem behavioral yang diterapkan pada individu dengan kebutuhan khusus seperti autisme:

  1. Operant Conditioning (konsep belajar operan). Pendekatan operan merupakan penerapan prinsip-prinsip teori belajar secara langsung. Prinsip pemberian ganjaran dan hukuman: perilaku yang positif akan mendapatkan konsekuensi positif (reward), sebaliknya perilaku negatif akan mendapat konsekuensi negatif (punishment). Dengan demikian diharapkan inti dan tujuan utama dari pendekatan ini yaitu mengembangkan dan meningkatkan perilaku positif, serta mengurangi perilaku negatif yang tidak produktif.
  2. Cognitive Learning (konsep belajar kognitif).Struktur pengajaran pada pendekatan ini sedikit berbeda dengan konsep belajar operan. Fokusnya lebih kepada seberapa baik pemahaman individu autistik terhadap apa yang diharapkan oleh lingkungan. Pendekatan ini menggunakan ganjaran dan hukuman untuk lebih menegaskan apa yang diharapkan lingkungan terhadap anak autistik. Fokusnya adalah pada seberapa baik seorang penderita autistik dapat memahami lingkungan disekitarnya dan apa yang diharapkan oleh lingkungan tersebut terhadap dirinya. Latihan relaksasi merupakan bentuk lain dari pendekatan kognitif. Latihan ini difokuskan pada kesadaran dengan menggunakan tarikan napas panjang, pelemasan otot-otot, dan perumpamaan visual untuk menetralisir kegelisahan.
  3. Social Learning (konsep belajar sosial). Ketidakmampuan dalam menjalin interaksi sosial merupakan masalah utama dalam autisme, karena itu pendekatan ini menekankan pada pentingnya pelatihan keterampilan sosial (social skills training). Teknik yang sering digunakan dalam mengajarkan perilaku sosial positif antara lain: modelling (pemberian contoh), role playing (permainan peran), dan rehearsal (latihan/pengulangan). Pendekatan belajar sosial mengkaji perilaku dalam hal konteks sosial dan implikasinya dalam fungsi personal.

Salah satu bentuk modifikasi dari intervensi behavioral yang banyak di terapkan di pusat-pusat terapi di Indonesia adalah teknik modifikasi tatalaksana perilaku oleh Ivar Lovaas. Terapi ini menggunakan prinsip belajar-mengajar untuk mengajarkan sesuatu yang kurang atau tidak dimiliki anak autis. Misalnya anak diajar berperhatian, meniru suara, menggunakan kata-kata, bagaimana bermain. Hal yang secara alami bisa dilakukan anak-anak biasa, tetapi tidak dimiliki anak penyandang autisme. Semua keterampilan yang ingin diajarkan kepada penyandang autisme diberikan secara berulang-ulang dengan memberi imbalan bila anak memberi respons yang baik. awalnya imbalan bisa berbentuk konkret seperti mainan, makanan atau minuman. Tetapi sedikit demi sedikit imbalan atas keberhasilan anak itu diganti dengan imbalan sosial, misalnya pujian, pelukan dan senyuman.


Bentuk-bentuk psikoterapi menggunakan pendekatan behavioral (behavior therapy) kepada anak/individu dengan ASD, bersumber pada teori belajar, khususnya pengondisian operan Skinner. Perspektif behaviorisme Skinner memandang individu sebagai organisme yang perbendaharaan tingkah lakunya di peroleh melalui belajar.

Skinner membedakan dua tipe respons tingkah laku: responden dan operan (operant). Respons (tingkah laku) selalu didahului oleh stimulus dan tingkah laku responden diperoleh melalui belajar serta bisa dikondisikan. Skinner yakin kecenderungan organisme untuk mengulang ataupun menghentikan tingkah lakunya di masa datang tergantung pada hasil atau konsekuensi (pemerkuat/positive dan negative reinforcer) yang diperoleh oleh organisme/individu dari tingkah lakunya tersebut. Para ahli teori belajar membagi pemerkuat (reinforcer) menjadi dua: (1) pemerkuat primer (unconditioned reinforcer), adalah kejadian atau objek yang memiliki sifat memperkuat secara inheren tanpa melalui proses belajar seperti: makanan bagi yang lapar; sedangkan (2) pemerkuat sekunder (pemerkuat sosial) merupakan hal, kejadian, atau objek memperkuat respons melalui pengalaman pengondisian atau proses belajar pada organisme. Meskipun menurut Skinner nilai pemerkuat sekunder belum tentu sama pada setiap orang, namun pemerkuat sekunder memiliki daya yang besar bagi pembentukan dan pengendalian tingkah laku.

Thorndike dan Watson memandang bahwa "organisme dilahirkan tanpa sifat-sifat sosial atau psikologis; perilaku adalah hasil dari pengalaman; dan perilaku di gerakkan atau dimotivasi oleh kebutuhan untuk memperbanyak kesenangan dan mengurangi penderitaan". Behavioris melalui beberapa eksperimen seperti: metode pelaziman klasik (classical conditioning), operant conditioning, dan konsep belajar sosial (social learning) menyimpulkan bahwa manusia sangat plastis sehingga dapat dengan mudah di bentuk oleh lingkungan.


Intervensi Biologis

Intervensi biologis mencakup pemberian obat dan vitamin kepada individu autistik. Pemberian obat tidak telalu membantu bagi sebagian besar anak autistik. Secara farmakologis hanya sekitar 10-15% pengidap autisme yang cocok dan terbantu oleh pemberian obat-obatan dan vitamin.


RAPIDITAS PENGIDAP AUTISME

Jumlah penderita autisme terus meningkat, di Amerika telah dinyatakan sebagai national-alarming, karena peningkatan jumlah penderita dari tahun ke tahun cukup mengkhawatirkan. Prevalensi penderita autisme secara umum, terus menunjukkan peningkatan, pada 1987 ditemukan pada 1:5000 penduduk, sepuluh tahun berikutnya perbandingannya menjadi 1:500, kemudian menjadi 1:250 di tahun 2000. Pada 2001 Center for Disease Control and Prevention autisme dijumpai pada 2-6 per 1.000 orang atau 1 di antara 150 penduduk, sedangkan pada tahun-tahun berikutnya diperkirakan peningkatannya mencapai 10-17% per tahun, yang berarti akan terdapat 4 juta penyandang autisme di Amerika pada dekade berikutnya.


Berdasarkan data di Poliklinik Jiwa Anak Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo Jakarta, pada 1989 tercatat hanya 2 pasien autisme. Pada 2000, meningkat menjadi 103 anak. Di RS Pondok Indah Jakarta Selatan hampir setiap hari datang seorang pasien autisme baru. Di RSUD Soetomo Surabaya, pada 1997 jumlahnya meningkat drastis sampai 20 anak per tahun, dari hanya 2-3 orang anak di tahun-tahun sebelumnya. Data yang diungkapkan oleh ahli autisme di Indonesia, pada tahun 80-an pasien autis masih sangat jarang tapi memasuki tahun 90-an kasus autisme mulai muncul 1-2 pasien baru setiap harinya dan terus meningkat jumlahnya hingga 4-5 pasien baru di tahun 2000.

Pusat Pengamatan dan Pengkajian Tumbuh Kembang Anak (PPPTKA/P3TKA) Yogyakarta, sejak 1982 hingga 1990, anak yang terdiagnosis autisme berjumlah 40 anak. Data tersebut mengungkapkan 87,5 % merupakan anak laki-laki, serta 50% merupakan anak pertama. Data pada Yayasan Autisme Semarang (YAS), jumlah penyandang autisme yang telah terdeteksi sampai Juni 2003 mencapai 165 anak dengan rentang usia 2-17 tahun. Jumlah tersebut belum dapat disebut angka pasti karena jumlah pengidap autisme yang tidak terdeteksi bisa jadi lebih banyak lagi, akibat ketidaktahuan masyarakat mengenai gangguan perkembangan ini serta biaya diagnosa autisme yang memang relatif mahal.

Autisme tidak dapat didiagnosis hanya dengan observasi tunggal, melainkan harus dilakukan observasi terhadap perkembangan anak dan perubahannya dalam suatu jangka yang lama. Idealnya seorang anak yang diduga mengidap autisme perlu diperiksa secara multidisiplin oleh dokter anak, dokter syaraf, psikolog, terapi wicara, konsultan pendidikan, atau pakar lain yang ahli dalam bidang autisme. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menegakkan diagnosa autisme menjadi sangat mahal.

PENYEBAB, KRITERIA DIAGNOSTIK DAN GEJALANYA

Belum ada kesepakatan mengenai penyebab utama autisme. Para ahli hanya meyakini disebabkan oleh multifaktor yang saling berkaitan satu sama lain, seperti: faktor genetik, abnormalitas sistem pencernaan (gastro-intestinal), polusi lingkungan, disfungsi imunologi, gangguan metabolisme (inborn error), gangguan pada masa kehamilan/persalinan, abnormalitas susunan syaraf pusat/struktur otak, dan abnormalitas biokimiawi.

Awalnya autisme diduga sebagai kegagalan orang tua dalam pengasuhan anak, yaitu perilaku orang tua terutama ibu yang “dingin” dalam mengasuh anak sehingga anak menjadi “dingin” pula. Faktor psikologis dianggap sebagai pencetus autisme yang menyebabkan anak menolak dunia luar. Teori ini selanjutnya dikenal dengan teori psikososial serta populer sekitar tahun 1950-1960.

Teori tersebut kemudian disusul dengan teori neurologis. Dari berbagai gangguan perkembangan otak, mungkin gangguan autisme adalah yang paling menarik dan misterius. Hal ini akibat kompleksitas berbagai sistem otak yang berinteraksi dan rumit karena mengenai aspek sosial, kognitif dan linguistik sehingga sangat erat dengan komunikasi dan humanitas. Penelitian dalam bidang neoroanatomi, neorofisiologi, neorokimiawi dan genetika pada beberapa anak penyandang autisme menunjukkan adanya gangguan atau kelainan pada perkembangan sel-sel otak selama dalam kandungan. Pada saat pembentukan sel-sel tersebut terjadi gangguan oksigenasi, pendarahan, keracunan, infeksi TORCH yang mengganggu kesempurnaan pembentukan sel otak di beberapa tempat.

Faktor lain yang juga diduga dan diyakini penyebab autisme adalah faktor perinatal, yaitu: selama kehamilan, gangguan pembentukan sel otak oleh berbagai faktor penyebab, serta berbagai faktor sesaat setelah kelahiran. Selain itu, pengobatan pada ibu hamil juga dapat merupakan faktor resiko yang menyebabkan autisme. Komplikasi yang paling sering dilaporkan berhubungan dengan autisme adalah pendarahan trisemester pertama dan gawat janin disertai aspirasi mikonium saat mendekati kelahiran. Kasus autisme ditemukan pada masalah-masalah pranatal, seperti: premature, postmature, pendarahan antenatal pada trisemester pertama-kedua, umur ibu lebih dari 35 tahun, serta banyak dialami anak-anak dengan riwayat persalinan yang tidak spontan serta “repiratory distress syndrome”.

Adanya gangguan struktur dan fungsi otak disebabkan oleh: (1) herediter/genetik, dimana saudara dari para penyandang autisme mempunyai resiko puluhan kali untuk dapat menyandang autisme dibandingkan dengan anak-anak lain yang tidak mempunyai saudara yang menyandang autisme; (2) proses selama kehamilan dan persalinan. Diduga infeksi virus pada awal kehamilan, komplikasi kehamilan dan persalinan, dapat berkaitan dengan lahirnya anak autisme.

Pada beberapa kasus, ditemukan bahwa autisme memang berkaitan dengan masalah genetik, walaupun hingga kini belum ditemukan gen tertentu yang berhubungan secara langsung menyebabkan autisme. Para ahli meyakini bahwa gen yang mendasari autisme sangat kompleks dan mungkin terdiri atas kombinasi beberapa gen. Teori yang meyakini faktor genetik memegang peran penting dalam terjadinya autisme diungkapkan pada tahun 1977. Hubungan autisme dan masalah genetik ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa 2,5% hingga 3% autisme ditemukan pada saudara dari pengidap autisme, yang berarti jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan populasi normal.

Faktor lain yang juga dituding adalah gangguan susunan syaraf pusat. Gangguan metabolisme yang mengganggu kerja otak seperti: kekurangan vitamin, mineral, enzim, dsb.; alergi makanan; gangguan pencernaan; infeksi dinding usus oleh jamur, virus, bakteri; keracunan logam berat; serta gangguan kekebalan tubuh juga sering dikaitkan dengan munculnya autisme pada anak yang semula terlahir normal tapi mulai menampakkan gejala autisme sekitar usia 2 tahun.

Selain merupakan gangguan perkembangan yang disebabkan oleh multifaktor, autisme juga mempunyai gejala yang sangat beragam pada tiap individu. Inkonsistensi gejala yang muncul pada seorang anak serta derajat gangguan yang bervariasi antara anak yang satu dan yang lainnya memerlukan ketelitian, pengetahuan dan pengalaman para profesional dalam mendiagnosis autisme. Disamping itu, juga diperlukan diagnosis banding untuk membedakan autisme dengan gangguan perkembangan yang lain seperti: schizofrenia pada anak, retardasi mental, gangguan perkembangan berbahasa ekspresif ataupun reseptif, sindrom asperger, gangguan pendengaran, dll.


Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV). Kategori diagnostik autisme terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun seiring dengan kemajuan riset mengenai autisme. Diagnosis autisme dibuat jika ditemukan sejumlah kriteria yang terdaftar didalam DSM-IV:





Harus ada sedikitnya 6 atau lebih gejala dari a., b., dan c., dengan paling tidak 2 gejala dari a., dan masing-masing 1 gejala dari tiap b. dan c.:

  1. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik, yang dimanifestasikan melalui paling tidak 2 dari gejala-gejala dibawah ini: (a) Gangguan yang berarti dalam tingkah laku nonverbal, seperti pandangan/tatapan mata, ekspresi wajah, postur tubuh, dan gerak anggota badan yang mengatur interaksi sosial. (b) Kegagalan untuk membangun hubungan dengan teman sebaya yang sesuai dengan tingkat perkembangan mentalnya. (c) Kurangnya spontanitas dalam berbagi kesenangan, minat, dan hasil/prestasi dengan orang lain (misalnya: jarang memperlihatkan, membawa, atau menunjukkan benda/hal yang ia minati). (d) Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional yang timbal balik.
  2. Gangguan kualitatif dalam komunikasi, yang dimanifestasikan melalui paling tidak 1 dari gejala-gejala dibawah ini: (a) Mengalami keterlambatan atau sama sekali tidak ada perkembangan bahasa lisan (tidak ada upaya untuk menggantinya dengan cara berkomunikasi yang lain seperti gerak badan atau mimik wajah). (b) Kemampuan bicara sangat individual, ditandai dengan gangguan dalam kemampuan untuk memulai dan melakukan pembicaraan dengan orang lain. (c) Penggunaan bahasa yang aneh dan diulang-ulang. (d) Kurang variasi dan spontanitas dalam permainan berpura-pura atau peniruan sosial yang sesuai dengan perkembangan mentalnya.
  3. Perilaku, minat dan aktifitas yang terbatas dan berulang-ulang, yang dimanifestasikan oleh paling tidak 1 dari gejala-gejala di bawah ini: (a) Keasyikan yang tidak wajar dalam hal fokus dan intensitas terhadap suatu pola minat yang terbatas dan berulang-ulang. (b) Terpaku terhadap rutinitas atau ritual yang tak ada gunanya. (c) Perilaku motorik yang terbatas dan berulang-ulang (misalnya: mengepakkan atau memutar tangan dan jari, atau menggerak-gerakkan seluruh anggota badan). (d) Keasyikan yang berlebihan terhadap bagian tertentu dari objek/benda.

Sebelum usia 3 tahun terjadi keterlambatan atau abnormalitas fungsi yang tampak pada paling tidak 1 dari bidang-bidang berikut ini: a. interaksi sosial, b. bahasa yang digunakan dalam komunikasi sosial, atau c. permainan yang bersifat simbolis atau imajinatif.


Gangguan tidak disebabkan oleh Sindroma Rett atau gangguan disintegratif masa kanak-kanak.





Secara umum ada beberapa gejala yang tampak pada individu autisme sebelum mencapai usia 3 tahun, gejala-gejala tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Gangguan dalam bidang komunikasi verbal dan nonverbal: (a) Terlambat berbicara. (b) Berbicara dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti orang lain. (c) Bila kata-kata mulai diucapkan, tidak mengerti artinya. (d) Bicara tidak dipakai untuk komunikasi. (e) Banyak meniru atau membeo (echolalia). (f) Beberapa anak sangat pandai menirukan nyanyian, nada maupun kata-katanya, tanpa mengerti artinya, sebagian dari anak-anak ini tetap tak dapat bicara sampai dewasa. (g) Bila menginginkan sesuatu, menarik tangan yang terdekat dan mengharapkan tangan tersebut melakukan sesuatu untuknya.
  2. Gangguan dalam bidang interaksi sosial: (a) Menolak/menghindari tatapan mata. (b) Tidak mau menengok bila dipanggil. (c) Seringkali menolak untuk dipeluk. (d) Tak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan orang lain, lebih asyik main sendiri. (e) Bila didekati untuk diajak bermain malah menjauh.
  3. Gangguan dalam perilaku: (a) Pada anak autistik terlihat adanya perilaku berlebihan (excess) atau kekurangan (deficit). Contoh perilaku yang berlebihan misalnya: hiperaktivitas motorik seperti tidak bisa diam, jalan mondar-mandir tanpa tujuan yang jelas, melompat-lompat, dan mengulang-ngulang suatu gerakan tertentu. Contoh perilaku yang kekurangan adalah: duduk dengan tatapan kosong, melakukan permainan yang sama/monoton, sering duduk diam terpukau oleh suatu hal misalnya benda yang berputar. (b) Kadang ada kelekatan tertentu pada benda tertentu yang terus dipegangnya dan dibawa kemana-mana. (c) Perilaku yang ritualistik.
  4. Gangguan dalam perasaan/emosi: (a) Tidak dapat ikut merasakan yang dirasakan oleh orang lain, misalnya melihat anak menangis tidak akan merasa kasihan malah merasa terganggu, dan mungkin anak yang mendatangi anak tersebut dan memukulnya. (b) Kadang tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah-marah tanpa sebab yang nyata. (c) Sering mengamuk tak terkendali, terutama jika tidak mendapatkan apa yang diinginkan, bisa menjadi agresif atau destruktif.
  5. Gangguan dalam persepsi sensoris: (a) Mencium-cium atau mengigit mainan atau benda-benda apa saja. (b) Bila mendengar suara tertentu langsung menutup telinga. (c) Tidak menyukai rabaan atau pelukan. (d) Merasa sangat tidak nyaman jika dipakaikan pakaian dari bahan yang kasar.
  6. Gejala tersebut tidak harus ada pada setiap anak penyandang autisme. Pada penyandang autisme yang berat mungkin hampir semua gejala itu ada, namun pada kelompok yang tergolong ringan hanya terdapat sebagian dari gejala-gejala tersebut.


Autisme merupakan spectrum disorder, sehingga gejala dan karakteristik yang tampak pada setiap individu autistik sangat beragam kombinasinya, dari ringan sampai berat. Karena itu tidak ada standard “tipe” tertentu bagi individu autistik.

American Psychiatric Association. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV). 1994. Washington DC: Author

E. Koeswara. 1991. Teori-Teori Kepribadian. Bandung: PT Eresco

Grandin, Temple. 1995. Thinking In Pictures: and Other Reports from My Life with Autism. New York: Vintage Books.

Kozlof, Martin A. 1998. Reaching the Autistic Child: A Parent Training Program. Massachusetts: Brookline books.

L. Koegel and Lynn Kern Koegel. 1995. Teaching Children with Autism: Strategies for Initiating Positive Interaction and Improving Learning Oportunities. Maryland: Paul H. Brookes Publishing Co.

Maurice, Catherine. 1996. Behavioral Intervention For Young Children With Autism. USA: Pro-Ed Inc.

Monks, F.J., A.M.P. Knoers dan Siti Rahayu Haditono. 1998. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Schopler, E. And Mesibov, G.B. 1993. The Effect of Autism on the Family. New York: Plenum Press.

Dikutip dari : http://www.autis.info

TRANSFER FACTOR ADALAH SOLUSI TERBAIK !!!
MOLEKUL PROTEIN YANG MENDIDIK SISTEM IMUN
MENINGKATKAN ANTIBODI CELL HINGGA 437%...

INFO LENGKAP KEPEDULIAN ANDA
HOTLINE  : 021 - 95696922 / 0821140120699